TAHALLUL

 

Setelah semua rangkaian ritual haji selesai maka ditutup dengan memotong rambut. Bagi laki-laki disunahkan sampai gundul.[i]

Lalu, apa yang dimaksud dengan tahallul?

Tahallul ialah keadaan seseorang yang sudah bebas (halal) dari ihramnya karena telah menyelesaikan amalan-amalan manasik hajinya.[ii] Tahallul terbagi ke dalam dua bagian, yaitu tahallul awal (pertama) dan tahallul tsani (kedua).[iii]

Tahallul awal ialah melepaskan diri dari keadaan ihram setelah melakukan dua di antara tiga perbiatan, yaitu:

  1. Melontar jumrah aqabah dan menggunting rambut.
  2. Thawaf ifadah, sa’I dan menggunting rambut.
  3. Thawaf ifadah, sa’I dan melontar jumrah aqabah.

Sedangkan tahallul tsani yaitu keadaan seseorang setelah melakukan ketiga perbuatan di atas, yaitu: melontar jumrah aqabah, bercukur dan thawaf ifadah beserta sa’i.

Hikmah yang dapat diambil dari tahallul ini adalah setelah menyelesaikan ibadah hajiyakni telah tercerahkannya jiwa. Buktinya secara fisik adalah dengan mencukur rambut yang merupakan penutup otak paling luar yang dapat dipotong.[iv]

 

Larangan Setelah Tahallul

Hal yang menjadi larangan setelah dilaksanakannya tahallul awal adalah bersetubuh dan berburu. [v]Sedangkan hal-hal lain yang dilarang sewaktu berihram diperbolehkan, seperti mencukur rambut, memotong kuku, memakai wangi-wangian, memakai pakaian biasa bagi laki-laki, menutup muka atau memakai sarung tangan bagi perempuan dan laki-laki, atau membunuh binatang buruan.[vi]

 

Bagaimana Cara Memotong Rambut?

Terdapat perbedaan cara memotong rambut bagi laki-laki dan perempuan.[vii]

  1. Bagi laki-laki disunatkan mencukur habis atau memotong/memendekkan rambut kepala atau sekurang-kukrangnya memotong sebelah kanan, tengah dan kiri.
  2. Bagi perempuan lebih utama untuk mengumpulkan rambut menjadi satu kemudian memotong ujungnya atau memotong sekurang-kurangnya tiga helai rambut sepanjang jari.
  3. Boleh menggunting rambut sendiri atau dengan bantuan orang lain. Laki-laki boleh menggunting rambut perempuan atau sebaliknya, apabila ada hubungan mahram. Jika bukan mahram maka hukumnya haram.

 

Perbedaan antara Tahallul Haji dan Tahallul Umrah

Tidaklah sama antara tahallul haji dengan tahallul umrah. Jika tahallul haji terdiri atas tahallul awal dan tahallul tsani, maka lain halnya dengan tahallul umrah yang terdiri atas satu tahallul saja.[viii]



[i] Maisarah Zas. Haji dan Pencerahan Jati Diri Muslim. (Bandung: Alfabeta, 2005). hlm. 165.

[ii] Tri May Hadi.  Kumpulan Doa, Dzikir, dan Tanya Jawab untuk Ibadah Haji dan Umrah. (Jakarta: Kesaint Blanc, 2009). hlm. 152.

[iii] Ibid.

[iv] Maisarah Zas. Op.Cit. hlm. 165.

[v] Al-Ghazali. Rahasia Haji dan Umrah. (Bandung: Karisma, 1997). hlm. 139.

[vi] Tri May Hadi. Op.Cit. hlm. 153.

[vii] Ibid.

[viii] Ibid.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>