Dewasa ini, beberapa media memberitakan tentang sejumlah manusia yang sengaja mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Apa hukum bunuh diri dalam pandangan Islam? Bolehkah?

KEHIDUPAN manusia yang dijalani ini bukanlah hak milik pribadinya. Sebab apa yang ada pada diri manusia, hakikatnya hanyalah titipan sementara Allah Swt. Karena itu, tidak boleh titipan ini diabaikan, apalagi dilepaskannya dari hidup (membunuh atau bunuh diri).[i] Dialah yang berhak mematikan dan menghidupkan manusia. Jadi apabila ada seseorang yang bunuh diri, pada hakikatnya dia telah mencuri hak Allah untuk menentukan kematiannya.[ii]

Bunuh Diri dalam Pandangan Islam dan Agama Lain

Bunuh diri adalah suatu tindakan sengaja yang dapat mengakhiri hidupnya sendiri. Dalam banyak agama, tindakan bunuh diri dinilai sebagai dosa besar.[iii] Lantas bagaimana bunuh diri dalam pandangan Islam? Allah SWT berfirman sebagai berikut.

”Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu membunuh dirimu. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An Nissa, 4: 29-30)

Haramnya Surga bagi Pelaku Bunuh Diri

Selain dalam Al Quran, larangan bunuh diri dalam Islam disampaikan juga oleh Rasulullah SAW. Beliau mengancaman umatnya yang berbuat tindakan kejam ini dengan terhalangnya dari rahmat Allah dan mendapat murka Allah kelak di akhirat.[iv] Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam hadist berikut ini.

“Pernah ada seorang laki-laki terluka, kemudian marah-marah sambil mengambil sebilah pisau dan dipotonglah tangannya. Darahnya terus mengalir sehingga dia mati. Maka berkatalah Allah: ‘hambaku ini mau mendahulukan dirinya dari (takdir- Ku). Oleh karena itu, Kuharamkan surga atasnya.’” (HR Bukhari dan Muslim)

Balasan Pedih di Neraka bagi Pelaku Bunuh Diri

Bagaimanapun caranya, apa pun bentuknya, bunuh diri adalah perbuatan yang dibenci Allah. Perbuatan tersebut akan mendapatkan balasan yang pedih. Balasan tersebut, Allah rincikan dalam sabda Rasulullah saw. dari Abu Hurairah ra. berikut ini.[v]

“Barangsiapa menjatuhkan diri dari atas gunung kemudian bunuh diri, maka dia berada di neraka, dia akan menjatuhkan diri ke dalam neraka untuk selama-lamanya. Dan barangsiapa minum racun kemudian bunuh diri, maka racunnya itu berada di tangannya kemudian minum di neraka jahanam untuk selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan alat tajam, maka alat tajamnya itu di tangannya akan menusuk dia di neraka jahanam untuk selama-lamanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Demikian sekilas hukum bunuh diri dalam pandangan Islam. Semoga Allah Swt. memberi kita kekuatan untuk menjalani kehidupan ini penuh kesabaran dan kepasrahan kepada-Nya, sehingga kita dijauhkan dari keinginan dari melakukan perbuatan nista tersebut. Aamiiin….

 


Sumber Bacaan:

  1. [i] Yusuf Qardhawi,(1982) Halal dan Haram dalam Islam, Surabaya: PT Bina Ilmu, hlm. 452
  2. [ii] Ahmad Munjib, el-Shirazy, (2009), Fakta Keajaiban Dibalik Perintah dan Larangan Allah, PT Listafariska Putra, hlm. 134
  3. [iii] Ibid., hlm. 131
  4. [iv] Syamsudin Muhammad bin Utsman, (2007) Dosa-dosa Besar, Solo: Pustaka Arafah, cet. 5 hlm. 201
  5. [v] Yusuf Qardhawi, op.cit, hlm. 454