Sabar adalah salah satu akhlak mulia yang diajarkan Islam. Dalam praktiknya, kesabaran diperlukan dalam banyak hal. Dalam hal apa kita harus bersabar?  

***

 DALAM kehidupan manusia, Allah Swt. menguji manusia dengan kesusahan, kesenangan, sehat, juga sakit yang datang silih berganti. Semua itu diberikan untuk mengukur tingkat keimanan seorang hamba. Apakah hamba tersebut sabar menghadapi semua itu atau tidak.[i]

Secara bahasa, sabar berasal dari kata “shabr”. Artinya tabah hati.[ii] Sedangkan secara istilah, kalangan ahli tasawuf berpendapat, sabar adalah sikap menerima cobaan dengan hati yang ridha serta menyerahkan semua yang sedang dihadapinya kepada Allah Swt. setelah ia berusaha. Selain itu, yang dimaksud sabar di sini juga termasuk sabar dalam hal ketaatan kepada Allah. [iii]

Dalam Hal Apa Kita Harus Bersabar?

Senada dengan pernyataan di atas, Imam Al Ghazali membagi kesabaran menjadi tiga aspek. Pertama, kesabaran dalam menunaikan fardhu-fardhu kepada Allah. Kedua, kesabaran dari menjauhi larangan Allah. Ketiga, kesabaran terhadap musibah yang menimpa.[iv]

Lebih rincinya lagi, Rosihan Anwar menjelaskan pembagian sabar sebagaimana pembagian berikut ini. [v] 

Sabar dalam Taat kepada Allah Swt.

Sabar dalam hal ini bermakna sabar untuk tetap melaksanakan perintah Allah Swt. dan menjauhi segala larangan-Nya dengan senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada-Nya. Allah Swt. berfirman sebagai berikut.

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS Ali Imran, 3: 200)

Sabar dalam Menahan Menahan Maksiat

Sabar dalam hal ini artinya menahan diri sekemampuan maksimal untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang agama. Untuk itu dibutuhkan kesabaran dan kekuatan dalam menahan hawa nafsu. Allah Swt. berfirman sebagai berikut.

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS Yusuf, 12: 53)

 Sabar dalam Menghadapi Musibah

Sabar dalam hal ini berarti menguatkan diri pada saat mendapat kemalangan, ujian, serta cobaan lainnya. Allah Swt. berfirman sebagai berikut.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqarah, 2: 155)


  1. [i] Rosihan Anwar, (2008), Akidah Akhlak, Bandung : Pustaka Setia, hlm. 222
  2. [ii] Mokhtar Stork, (2002), Buku Pintar Al Quran, Jakarta: Intimedia, cet. 2, hlm. 382
  3. [iii] A. Zainuddin dan M. Jamhari,(1999) Al Islam 2: Muamalah dan Akhlak, Bandung: Pustaka Setia, hlm 78
  4. [iv] Al-Ghazali, (2003), Mutiara Ihya Ulumudin, Bandung:Mizan, cet. 15, hlm. 315
  5. [v] Rosihan Anwar, op.cit. hlm. 222-224