Setiap kelompok dalam Islam hampir semuanya mengklaim sebagai ahlussunnah wal jamaah. Benarkah klaim mereka? Apa saja karakteristik dan keistimewaan ahlussunnah wal jamaah?

 

Makna As Sunnah

SECARA etimologi, As Sunnah  berasal dari kata “sanna yasinnu-yasunnu sannan-masnuun” yaitu yang disunnahkan. Sedang “sanna amr” artinya menerangkan (menjelaskan) perkara. As Sunnah juga mempunyai  arti “Ath Thariqah” (jalan/metode/pandangan hidup) dan “As Sirah” (perilaku) yang terpuji dan tercela. Lafazh “sanana” maknanya adalah (pandangan hidup mereka dalam urusan agama dan dunia).[1]

Menurut Lisaanul Arab, lafazh “sunnah” maknanya adalah “sirah” atau perilaku. Hal itu seperti sabda Rasulullah saw. berikut.

“Barangsiapa  yang mencontohkan suatu sunnah yang baik dalam Islam, maka baginya pahala sunnah tersebut dan pahala orang yang mengamalkannya sesudahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun, dan barang siapa mencontoh suatu sunnah yang jelek/buruk dalam Islam, maka dosanya akan ditanggungnya dan juga dosa orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR Muslim no. 1017)

Secara istilah, As Sunnah berarti petunjuk yang telah ditempuh oleh Rasulullah saw. dan para sahabatnya, baik berkenaan dengan ilmu, akidah, perkataan, perbuatan maupun ketetapan. As Sunnah juga digunakan untuk menyebut sunnah-sunnah (yang berhubungan dengan) ibadah dan akidah. Nabi saw. bersabda sebagai berikut. [2]

“Sesungguhnya barang siapa yang hidup di antara kalian setelah aku, maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaknya kalian berpegang teguh pada Sunnahku dan Sunnah para Khulafa-ur Rasyidin di mana mereka itu telah mendapat hidayah.” (HR Sunan Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

 

Makna Jamaah

Secara bahasa, jamaah diambil dari kata “jama’a”, artinya mengumpulkan sesuatu, dengan mendekatkan sebagian dengan sebagian lain. Seperti kalimat “jama’tuhu” (saya telah mengumpulkannya); “fajtama’a” (maka berkumpul). Kata tersebut berasal dari kata “ijtima'” (perkumpulan), lawan kata dari “tafarruq” (perceraian) dan juga “furqah” (perpecahan). Jamaah bermakna juga sekelompok orang banyak; dan dikatakan juga sekelompok manusia yang berkumpul berdasarkan satu tujuan. Selain itu, jamaah juga berarti kaum yang bersepakat dalam suatu masalah. [3]

Menurut istilah, jamaah yaitu sekelompok kaum muslimin dan mereka adalah pendahulu ummat Islam dari kalangan para sahabat, tabi’in, dan orang-orang yang mengikuti jejak kebaikan mereka sampai hari kiamat; di mana mereka berkumpul berdasarkan Al Quran dan As Sunnah. Mereka berjalan dan hidup sesuai dengan yang telah ditempuh oleh Rasulullah saw. baik secara lahir maupun bathin. Rasulullah saw. bersabda sebagai berikut.

“Sesungguhnya agama ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (golongan), tujuh puluh dua tempatnya di dalam neraka dan satu tempatnya di dalam surga, yaitu ‘Al Jamaah.” (HR Abu Dawud no. 4597)

 

Siapakah Ahlussunnah wal Jamaah?

Mkna sunnah dan jamaah sudah disampaikan di muka. Lantas, bagaimana jika defini sunnah dan jamaah disatukan menjadi ahlusunnah wal jamaah? Siapakah mereka? Apa karakteristik dan keistimewaan ahlussunnah wal jamaah?

Ahlussunnah wal Jamaah berarti mereka yang berpegang teguh pada sunnah Nabi Muhammad saw., para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti jejak dan jalan mereka. Mengikuti yang dimaksud adalah meliputi akidah, perkataan maupun perbuatan, juga mereka yang istiqamah (konsisten) dalam ber-ittiba’ (mengikuti Sunnah Nabi) dan menjauhi perbuatan selain sunnah (bid’ah). Mereka itulah golongan yang tetap menang dan senantiasa ditolong oleh Allah sampai hari Kiamat. Karena itu, mengikuti mereka (Salafush Shalih) berarti mendapatkan petunjuk, sedang berselisih terhadapnya berarti kesesatan.[4]

 

Karakteristik dan Keistimewaan Ahlussunnah wal Jamaah

Klaim dari hampir seluruh kelompok dalam Islam menyebut dirinya sebagai ahlussunnah wal jamaah mengindikasikan istimewanya ahlussunnah wal jamaah. Apa saja karakteristik dan keistimewaan ahlussunnah wal jamaah ini? Abdul Mu’nim Qindil menyebutkan semua itu dalam 10 hal berikut. [5]

  1. Sumber pengambilan pedoman bagi mereka hanyalah Al Quran dan As Sunnah. Mereka pun memperhatikan keduanya dan bersikap taslim (menyerah) terhadap nash-nashnya dan memahaminya sesuai dengan manhaj Salaf.
  2. Ahli Sunnah itulah yang paling mengerti dengan keadaan Rasulullah saw., baik perkataan dan perbuatannya. Oleh karena itu, merekalah yang paling mencintai sunnah, yang paling peduli untuk mengikuti, dan paling loyal terhadap para pengikutnya.
  3. Kelompok ini meninggalkan persengketaan dan pertengkaran dalam agama sekaligus menjauhi orang-orang yang terlibat di dalamnnya, meninggalkan perdebatan dan pertengkaran dalam permasalahan tentang halal dan haram. Mereka masuk ke dalam dien (Islam) secara total.
  4. Ahlussunnah wal jamaah mengagungkan para Salafush Shalih dan berkeyakinan bahwa metode Salaf itulah yang lebih selamat, paling dalam pengetahuannya, dan sangat bijaksana.
  5. Mereka  menolak ta’wil (penyelewengan suatu nash dari makna yang sebenarnya) dan menyerahkan diri kepada syari’at, dengan mendahulukan nash yang shahih daripada akl (logika) belaka dan menundukkan akal di bawah nash. Mereka memadukan antara nash-nash dalam suatu permasalahan dan mengembalikan (ayat-ayat) yang mutasyabihat (ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian/tidak jelas) kepada yang muhkam (ayat-ayat yang jelas dan tegas maksudnya).
  6. Orang-orangnya merupakan  figur teladan orang-orang yang shalih, memberikan petunjuk ke arah jalan yang benar dan lurus, dengan kegigihan mereka di atas kebenaran, tidak membolak-balikkan urusan ‘aqidah kemudian bersepakat atas penyimpangannya. Mereka memadukan antara ilmu dan ibadah, antara tawakkal  kepada Allah dan ikhtiar (berusaha), antara berlebih-lebihan dan wara’ dalam urusan dunia, antara cemas dan harap, cinta dan benci, antara sikap kasih sayang dan lemah lembut kepada kaum mukminin dengan sikap keras dan kasar kepada orang kafir, serta tidak ada perselisihan diantara mereka walaupun di tempat dan zaman yang berbeda.
  7. Para pengikut ahlussunnah wal jamaah peduli untuk menyebarkan ‘aqidah yang benar, agama yang lurus, mengajarkannya kepada manusia, memberkan bimbingan dan nasehat kepadanya serta memperhatikan urusan mereka.
  8. Mereka sangat peduli terhadap persatuan dan jama’ah, menyeru dan menghimbau manusia kepadanya serta menjauhkan perselisihan, perpecahan dan memberikan peringatan kepada manusia dari hal tersebut.
  9. Allah Ta’ala menjaga mereka dari sikap saling mengkafirkan sesama mereka, kemudian mereka menghukumi orang selain mereka berdasarkan ilmu dan keadilan.
  10. Mereka saling mencintai dan mengasihi sesama mereka, saling tolong menolong di antara mereka, saling menutupi kekurangan sebagian lainnya. Mereka tidak loyal dan memusuhi kecuali atas dasar agama.

Demikian karakteristik dan keistimewaan ahlussunnah wal jamaah. Semoga kita menjadi bagian dari kelompok yang dijanjikan oleh Rasulullah saw. sebagai ahli surga ini. Insya Allah.[]


Sumber Bacaan:

  1. [1] Haidar Baqhir, (2002) Ahlu Sunnah Wal Jamaah, Insan Pers, Surabaya, Hlm 2
  2. [2] Ibid., hlm. 3
  3. [3] Faridl, Miftah, (2000), Pokok-pokok Ajaran Islam, Pustaka, Bandung, Cet. 10, hlm 102
  4. [4] Haidar Baqhir., Op.cit 4
  5. [5] Abdul mu’nim Qindil, (2008), Ahlus Sunnah Wal Jamaah, irsyad baitus salam, Bandung hlm 70