Selain kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw., setiap muslim diwajibkan menaati ulil amri. Siapakah yang dimaksud dengan ulil amri? Apa makna ulil amri menurut Al Quran?

***

SECARA bahasa, ulil amri (ulu al amr) terdiri dari dua kata, yaitu ulu dan alamrUlu adalah kata jamak yang berarti “mempunyai”. Sementara itu, al-amri artinya “urusan”; atau al-amr berarti perintah. Adapun secara istilah, ulil amri adalah orang yang mempunyai otoritas (memegang) kekuasaan dan keilmuan (al-ulama wa al-umara) dari semua tingkatan.

Istilah Ulil Amri Menurut Al Quran

Dalam Al Quran, kata ulil amri disebutkan sebanyak dua kali, yaitu pada ayat-ayat berikut.

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nissa, 4: 59)

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” (QS An Nissa, 4: 83)

Makna Ulil Amri Menurut Ulama

Sebagian ulama berpendapat, ulil amri diartikan sebagai ulama saja. Akan tetapi, Ibn Taimiyah mengatakan, kata ulil amri dalam kedua ayat di atas memberikan isyarat sebagai ulama dan umara atau pemerintah. Mereka terdiri atas orang-orang yang terpilih yang memenuhi syarat-syarat komplementer. Pendapat ini merujuk pada hadits berikut. [i]

“Barangsiapa yang taat kepadaku, maka dia telah taat kepada Allah, barangsiapa yang membangkang kepadaku maka dia telah membangkang kepada Allah, barangsiapa yang mentaati amir (pemimpin)ku, maka dia taat kepadaku, dan barangsiapa yang membangkang kepada pemimpinku maka dia telah membangkang kepadaku.” (HR Bukhari)

Yusuf Qardhawi berpendapat mengenai dua ayat di atas. Menurutnya, keduanya menegaskan, ulil amri yang wajib ditaati setelah Allah dan Rasul-Nya haruslah orang beriman dan Islam.[ii] Karena perintah menaati ulil amri disampaikan dalam Al Quran, maka melakukannya merupakan ekspresi ketaatan seorang Muslim kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw.


Sumber Bacaan:

  1. [i] Imas Rosyanti, (2002) Esensi Al-Qur’an, Bandung: Pustaka Setia, hlm. 267
  2. [ii] Yusuf Qardhawi, (1999), Berinteraksi dengan Al-Qur’an, Jakarta: Gema Insan Pers, hlm. 441